Arswendo Atmowiloto Bergelut dengan Senopati Pamungkas sampai Keluarga Cemara

Senopati Pamungkas (1986), Canting (1986), Dua Ibu (1981), dan Keluarga Cemara (1984) merupakan sebagian kecil karya mendiang wartawan sekaligus sastrawan Indonesia, Arswendo Atmowiloto. Ia pun pernah menjadi pemimpin redaksi Tabloid Monitor.

Arswendo Atmowiloto lahir dengan nama Sarwendo di Solo, Jawa Tengah pada 26 November 1948. Terkait nama yang ia gunakan ketika menjadi seorang wartawan dan sastrawan, ia menilai nama Sarwendo tidak menjual. Hal inilah yang membuatnya mengganti nama menjadi Arswendo, sedangkan untuk Atmowiloto adalah nama dari ayahnya.

Sebelum menjadi seorang wartawan dan sastrawan, Arswendo pernah mengenyam bangku kuliah di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Solo. Arswendo namun tidak menamatkan kuliahnya di tempat tersebut.

Setelah keluar dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, IKIP Solo, Arswendo sempat mencoba beberapa pekerjaan seperti menjadi buruh pabrik bihun dan juga pabrik susu. Arswendo juga pernah bekerja sebagai penjaga sepeda hingga pemungut bola di lapangan tenis.

Karir sastrawan Arswendo mulai dirintisnya sejak 1971 ketika Sleko—cerpen pertamanya—dimuat dalam majalah Mingguan Bahari. Selain sebagai penulis, Arswendo juga aktif sebagai pemimpin di Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah, Solo (1972).

Berdasarkan badanbahasa.kemdikbud.go.id, Arswendo Atmowiloto adalah pengarang serba bisa yang sebagian besar karyanya berupa novel. Isi ceritannya bernada humoris, fantatis, spekulatif, dan suka bersensasi. Karyanya banyak dimuat dalam berbagai media massa, antara lain Kompas, Sinar Harapan, Aktual, dan Horison. Karangannya antara lain diterbitkan oleh Gramedia, Pustaka Utama Grafiti, Ikapi, dan PT Temprint. Puluhan karyanya telah dibukukan, sebagian diangkat ke layar televisi dan film.

GERIN RIO PRANATA

Leave a Reply

Your email address will not be published.