Indeks Glikemik Berguna Mengatur Pola Makan untuk Mengendalikan Gula Darah

Indeks glikemik adalah ukuran yang digunakan untuk memberi petunjuk seberapa cepat makanan dapat diubah menjadi gula darah. Mengutip Healthline, faktor yang mempengaruhi indeks glikemik suatu makanan, yaitu komposisi nutrisi, metode memasak, kematangan, pemrosesan makanan. Biasanya makanan dengan indeks glikemik tinggi lebih cepat dicerna dan diserap tubuh. Itu sebabnya, akan meningkatkan kadar gula dengan cepat.

Sedangkan, makanan dengan indeks glikemik rendah akan lambat dicerna. Peningkatan kadar gula juga cenderung lambat. Ukuran itu dihitung berdasarkan skala nol hingga 100. Indeks glikemik dibagi menjadi tiga tingkatan. Peringkat rendah berkisar antara 0 hingga 55. Peringkat sedang antara 56 hingga 69. Tingkatan tertinggi angka 70 hingga lebih.

Mengutip Eat Right, jenis makanan yang tinggi karbohidrat dan gula olahan memiliki indeks glikemik yang cenderung tinggi mencapai 83. Sedangkan jenis makanan mengandung banyak serat, protein dan lemak memiliki kadar glikemik yang rendah.

Indeks glikemik bisa digunakan untuk membantu program penurunan berat badan. Indeks glikemik juga dipakai untuk mengontrol kenaikan kadar gula darah dan kolesterol. Seseorang bisa mengendalikan kondisi kesehatan dalam jangka panjang dengan memperhatikan indeks glikemik melalui konsumsi makanan tertentu. Risiko terkena penyakit jantung dan diabetes pun bisa diminimalkan.

Peringkat indeks glikemik berlaku ketika satu jenis makanan dikonsumsi saat perut kosong. Untuk kestabilan bisa mengonsumsi jenis makanan yang memiliki angka indeks glikemik tinggi. Misalnya, mengonsumsi kentang, nasi, dan gandum. Itu bisa dipadukan dengan makanan lain yang memiliki indeks glikemik rendah, seperti daging tanpa lemak, ayam, bebek, ikan salmon, udang.

RISMA DAMAYANTI

Leave a Reply

Your email address will not be published.