Jika Sering Sulit Kentut, Waspada Gejala Radang Usus Buntu

Apabila usus buntu terinfeksi, maka terjadilah radang usus buntu. Penyakit usus buntu ini dapat terjadi tentunya dengan beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Sembelit dan diere menjadi dua dari sekian banyak tanda-tanda radang usus buntu. Saat radang usus buntu sudah terjadi dibutuhkan perawatan segera untuk menanganinya.

Melansir dari my.clevelandclinic.org organ yang tidak diketahui fungsinya tersebut merupakan tabung yang ukurannya sebesar jari. Usus buntu terletak pada posisi di mana usus besar dan usus kecil yang saling terhubung. Ketika penyakit usus buntu meradang, rasa sakitnya akan datang terus menerus, kemungkinan bisa sampai pecah dan menyebabkan rasa sakit yang tiba-tiba parah.

Radang usus buntu menjadi penyebab nomor satu sakit perut yang memerlukan pembedahan. Di Amerika, sekitar 5 persen orang di sana mengalami radang usus buntu. Sebenarnya, penyebab dari radang usus buntu itu sendiri tidaklah jelas. Bisa saja berupa sesuatu yang dapat memicu peradangan seperti iritasi dan pembengkakan atau infeksi yang terjadi pada usus buntu.

Namun cedera perut, penyumbatan pada pembukaan di mana usus buntu terhubung ke usus, infeksi saluran pencernaan, penyakit radang usus, dan pertumbuhan di dalam apendiks (nama lain usus buntu) dapat menjadi penyebab terjadinya usus buntu. Adapun cara untuk mencegah radang usus buntu, tidak ada satu pun yang terbukti.

Namun makan makanan berserat tinggi dengan banyak biji-bijian dan buah-buahan serta sayuran segar bisa membantu. Sementara itu, yang menjadi tanda utama terjadinya radang usus buntu ialah sakit perut yang parah terjadi di bagian perut kanan bawah yang merupakan tempat usus buntu berada.

Adapun gejala yang kerap kali datang secara tiba-tiba dan membuatnya menjadi buruk adalah seperti:

1. Sakit perut atau nyeri yang rasanya seperti tertekan, lebih sakit dari pada saat Anda batuk, bersin, dan menarik napas atau bergerak.

2. Perut bengkak.

3. Sembelit atau diare.

4. Tidak sanggup untuk mengeluarkan gas atau kentut.

4. Tidak merasa lapar seperti biasanya atau kehilangan nafsu makan.

5. Demam ringan dii bawah 100°F.

6. Mual dan muntah.

Dilansir dari nyeri pada usus buntu kerap kali dimulai dari karm ringan pada perut bagian atas atau daerah pusar, namun akan pindah ke bagian perut kanan bawah. Sering kali rasa sakitnya dimulai secara tiba-tiba dan akan memburuk ketika bergerak atau batuk. Ketika tertidur, Anda akan terbangunkan karenanya.

Tingkat keparahannya tidaklah sama dengan sakit perut lainnya karena bisa memburuk dalam waktu beberapa jam. Adapun gejala lainnya dari usus buntu ialah gangguan pencernaan. Lebih jarang, kemungkinan Anda juga dapat mengalami persoalan usus seperti keinginan untuk buang air besar.

Hindarilah mengonsumsi obat pencahar atau enema apabila Anda menduga menderita peradangan usus buntu. Sebab perawatan tersebut malah bisa menyebabkan usus buntu pecah. Maka ketika merasakan nyeri tekan pada bagian kanan perut Anda yang disertai dengan gejala radang usus buntu lainnya, segeralah hubungi dokter.

PUSPITA AMANDA SARI

Leave a Reply

Your email address will not be published.