Sekali Serang, Rusia Sudah Lumpuhkan Internet di Kota Nomor Dua Ukraina

Pada Rabu malam hingga Kamis fajar lalu, pasukan Rusia mulai menyerbu wilayah Ukraina dari perbatasan utara, selatan, dan timur negara itu. Saat itu juga media Moskow menyerang ruang-ruang di media sosial lewat narasi invasi sebagai respons terhadap agresi Ukraina di wilayah yang selama ini dikenal memiliki gerakan separatis.

Jika konflik semakin meningkat, banyak kelompok masyarakat sipil cemas tentang kemungkinan serangan langsung Rusia terhadap infrastruktur internet di Ukraina–bukan lagi lewat narasi sepihak. Sebelumnya, Rusia telah dicurigai berada di balik serangan DDoS terhadap situs pemerintah Ukraina.

Jika sampai terjadi pemadaman penuh, kalangan masyarakat sipil tersebut memperkirakan Rusia terbukti sudah melangkah lebih jauh. Menggunakan persenjataan fisik ataupun cyber, Rusia dinilai mampu menonaktifkan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan membungkam Ukraina.

Usai invasi hari pertama, konektivitas internet di beberapa bagian Ukraina sudah langsung terdampak. Pemadaman dialami di sekitar Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, yang terletak di timur laut negara itu, sekitar 25 mil dari perbatasan Rusia.

Proyek Deteksi dan Analisis Pemadaman Internet (IODA) di Georgia Tech melaporkan pemadaman sebagian dimulai tepat sebelum tengah malam pada Rabu dan berlanjut hingga Kamis paginya. Di antara yang terdampak adalah penyedia layanan internet Triolan yang melayani sejumlah kota dan area lain di Ukraina, termasuk Kharkiv.

Menurut pelacak penghentian internet NetBlocks, pengguna Triolan telah langsung melaporkan hilangnya layanan internet di jalur fixed-line, tapi ponsel bisa tetap aktif. Sebuah pesan yang terlihat di situs web Triolan pada Kamis pagi memberi tahu pelanggan tentang pengurangan akses sebagian atau seluruhnya di beberapa kota.

Pembaruan yang diposting di saluran Telegram milik perusahaan menjelang siang waktu setempat mengklaim bahwa sebagian besar layanan telah dipulihkan. Namun, respons yang datang menunjukkan bahwa banyak pelanggan masih tak berkutik.

Seorang juru bicara Cloudflare mengungkap pemantauannya kalau lalu lintas layanan internet Ukraina sebagian besar beroperasi, hanya koneksi dari Kharkiv disebutnya terganggu. Dari wilayah lainnya, lalu lintas meningkat diduga warga Ukraina menggunakan internet untuk mencari berita dan informasi aktual.

“Tapi lalu lintas layanan internet dari Kharkiv tampaknya sekitar 50 persen di bawah tingkat normal,” katanya.

Ada indikasi bahwa pemadaman listrik dan internet Kharkiv dimulai setelah ledakan terdengar di daerah itu, meskipun tidak jelas apakah kerusakan terjadi pada infrastruktur telekomunikasi pada saat itu. Upaya untuk menutup akses internet menyeluruh kemungkinan akan melibatkan serangan yang ditargetkan terhadap ISP lain di seluruh negeri Ukraina.

Sejauh ini, pasukan Rusia telah melakukan sejumlah serangan udara dan darat terhadap sasaran strategis di seluruh Ukraina, menghantam pusat komando militer dan pusat transportasi. Tapi, media Ukraina melaporkan tidak ada serangan terkonsentrasi pada layanan telekomunikasi.

Para pendukung internet terbuka tetap saja khawatir bahwa gangguan di Kharkiv menunjukkan maksud strategis untuk membatasi arus informasi dari wilayah tersebut. Menurut Felicia Anthonio, juru kampanye untuk organisasi hak digital Access Now, menyatakan modus serupa ditemukan di zona konflik lain di seluruh dunia.

THE VERGE

Leave a Reply

Your email address will not be published.